Skip to main content

20 Kebenaran Hidup di Usia 20-an yang Perlu Kamu Tahu

Pelajari 20 kebenaran hidup di usia 20-an tentang kerja, kritik, penyesalan, kesehatan, relasi, dan cara bertumbuh tanpa menguras diri.

 |  Muhammad Fauzi Rizal  |  Artikel
Ilustrasi Pemuda Olahraga Lari Sendirian
Ilustrasi Pemuda Olahraga Lari Sendirian

Pelajari 20 kebenaran hidup di usia 20-an tentang kerja, kritik, penyesalan, kesehatan, relasi, dan cara bertumbuh tanpa menguras diri.

Bagian 2 dari 2

 


DAFTAR ISI

Pada bagian pertama dari seri ini, kita sudah membahas multitasking, karier yang tidak selalu lurus, side project, kemampuan belajar saat dewasa, sampai kebiasaan membandingkan diri di media sosial.

Bagian pertama banyak berbicara tentang bagaimana kita memulai.

Memulai belajar. Memulai karier. Memulai sesuatu meski belum merasa siap.

Bagian kedua ini sedikit berbeda.

Kali ini, kita akan membahas bagaimana menjalani semuanya tanpa perlahan-lahan kehilangan diri sendiri.

Sebab setelah beberapa tahun bekerja, mengejar target, memenuhi ekspektasi keluarga, membalas pesan grup, dan mencoba menjadi manusia dewasa yang kelihatannya tahu apa yang sedang dilakukan, ada satu pertanyaan yang mulai muncul:

“Gimana caranya terus maju tanpa capek terus-terusan?”

Jawabannya mungkin tidak datang dari satu aplikasi produktivitas, satu buku motivasi, atau satu video berdurasi 30 detik.

Kadang-kadang, jawabannya justru datang dari keberanian memperhatikan pola hidup sendiri.

Berikut 20 pelajaran hidup di usia 20-an berikutnya. Bukan resep hidup sempurna—karena resep semacam itu memang tidak ada—melainkan kumpulan pengingat agar perjalanan terasa lebih sadar, lebih sehat, dan mudah-mudahan lebih manusiawi.

21. Jadilah Peneliti bagi Hidupmu Sendiri

Kita sering mengingat hari berdasarkan satu kejadian besar.

Hari itu terasa buruk karena dimarahi atasan. Hari itu terasa menyenangkan karena menerima kabar baik. Hari itu terasa melelahkan karena perjalanan pulang macet dua jam.

Masalahnya, ingatan manusia tidak selalu mencatat pola dengan rapi.

Kita bisa terus mengatakan bahwa pekerjaanlah yang membuat lelah, padahal mungkin yang paling menguras energi adalah rapat tanpa arah, perjalanan panjang, atau kebiasaan memeriksa notifikasi setiap lima menit.

Sebaliknya, ada kegiatan kecil yang ternyata membuat hari terasa lebih hidup: menulis, membantu rekan kerja, berjalan kaki, mengobrol dengan teman, atau menyelesaikan masalah yang cukup menantang.

Salah satu cara mengenali aktivitas yang memberi energi adalah membuat dua kolom setiap satu atau dua minggu:

Memberi Energi

  • Menyelesaikan pekerjaan yang butuh konsentrasi

  • Mengobrol dengan orang yang dipercaya

  • Berjalan kaki pada pagi hari

  • Belajar keterampilan baru

  • Mengerjakan proyek kreatif

  • Mengajar atau membantu orang lain

Menguras Energi

  • Rapat yang tidak punya tujuan

  • Pesan kerja yang datang sepanjang malam

  • Perjalanan tanpa jeda

  • Berhadapan dengan konflik berulang

  • Terlalu lama scrolling

  • Mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus

Catat kegiatan yang benar-benar terjadi, bukan kegiatan yang menurut kita seharusnya disukai.

Bisa saja pekerjaan yang terlihat keren ternyata sangat menguras tenaga. Bisa pula tugas sederhana yang selama ini dianggap sepele justru membuat kita merasa berguna.

Setelah beberapa minggu, pola mulai terlihat.

Dari sana, hidup mungkin belum langsung berubah total. Namun setidaknya, kita tidak lagi menebak-nebak alasan energi habis tanpa disadari.

22. Lindungi Ritme Sirkadianmu

Tubuh punya jam internal.

Jam itu tidak memedulikan apakah besok ada deadline, apakah serial yang ditonton sedang seru-serunya, atau apakah grup WhatsApp baru mulai ramai pukul sebelas malam.

Ritme sirkadian membantu mengatur pola tidur dan bangun. Cahaya dan kegelapan memberi pengaruh besar, sementara waktu makan, stres, aktivitas fisik, dan lingkungan sosial juga dapat memengaruhinya. (NIGMS)

Tentu saja, hidup nyata tidak selalu memungkinkan jadwal tidur yang sempurna.

Ada orang yang bekerja dengan sistem shift. Ada yang harus berangkat sebelum matahari terbit. Ada orang tua dengan bayi yang sedang rajin bangun tengah malam seperti punya agenda rapat sendiri.

Namun cara menjaga ritme sirkadian bukan soal hidup seperti robot dengan jadwal presisi sampai menit terakhir.

Mulailah dari hal yang masuk akal:

  • Usahakan waktu bangun relatif konsisten

  • Cari cahaya alami pada pagi atau siang hari

  • Redupkan cahaya menjelang tidur

  • Kurangi aktivitas yang terlalu merangsang pada malam hari

  • Jangan meminum kafein terlalu dekat dengan waktu tidur

  • Buat rutinitas sederhana sebagai penanda bahwa hari sudah selesai

Pagi yang lebih mudah juga sering dimulai dari persiapan malam sebelumnya.

Letakkan pakaian yang akan dipakai. Isi botol minum. Siapkan tas. Taruh sepatu di tempat yang mudah terlihat.

Semakin sedikit keputusan kecil yang harus dibuat setelah bangun, semakin ringan rasanya memulai hari.

Pembahasan cara menjaga ritme tidur tetap sehat bisa membantu merapikan kebiasaan malam tanpa membuat hidup terasa seperti eksperimen laboratorium.

23. Tidak Semua Email Harus Dibalas dengan Email

Kita sering mendengar kalimat:

“Rapat ini sebenarnya bisa jadi email.”

Benar.

Namun kebalikannya juga sering terjadi.

Ada percakapan email atau WhatsApp yang berlangsung dua hari, melibatkan 17 balasan, tiga kesalahpahaman, dua tangkapan layar, dan satu orang yang menjawab pertanyaan lama ketika topiknya sudah pindah ke mana-mana.

Padahal, masalahnya mungkin bisa selesai lewat percakapan sepuluh menit.

Lalu, kapan email sebaiknya jadi percakapan?

Pertimbangkan telepon atau pertemuan singkat ketika:

  • Topiknya mudah disalahartikan

  • Ada emosi atau konflik yang perlu dikelola

  • Keputusan membutuhkan banyak pertukaran pendapat

  • Pesan sudah berulang kali bolak-balik

  • Terdapat terlalu banyak asumsi

  • Masalah perlu diselesaikan dengan cepat

Sebaliknya, gunakan pesan tertulis ketika informasi perlu disimpan, tidak mendesak, atau cukup jelas tanpa penjelasan tambahan.

Komunikasi yang baik bukan tentang memilih platform paling canggih. Tujuannya adalah mengurangi kebingungan.

Kadang-kadang, satu percakapan hangat jauh lebih efektif daripada paragraf panjang yang terdengar dingin meskipun sudah diberi emoji tersenyum tiga kali.

Prinsip komunikasi profesional yang tetap manusiawi tetap berlaku: pilih medium berdasarkan kebutuhan percakapan, bukan sekadar kebiasaan.

24. Terlalu Andal pada Satu Pekerjaan Bisa Menjadi Jebakan

Menjadi orang yang bisa diandalkan adalah hal baik.

Sampai kemudian setiap masalah yang mirip selalu mendarat di meja yang sama.

Jago membuat presentasi? Selamat, semua presentasi kantor jadi milikmu.

Paham Excel? Setiap file yang rumusnya rusak akan dikirim kepadamu.

Pernah berhasil menjadi panitia? Nama kamu muncul lagi di kepanitiaan berikutnya, lalu berikutnya, lalu berikutnya lagi sampai rasanya jabatan utama hanyalah kegiatan sampingan.

Kompetensi memang menciptakan kepercayaan. Namun kompetensi yang sama juga bisa membentuk kotak.

Orang lain melihat kemampuan yang paling sering ditampilkan, bukan seluruh potensi yang kita miliki.

Cara keluar dari jebakan kompetensi bukan dengan sengaja bekerja buruk. Tetap selesaikan tanggung jawab utama dengan baik, lalu tunjukkan kemampuan lain secara bertahap.

Misalnya:

  • Mengusulkan perbaikan proses kerja

  • Mengambil bagian dalam proyek lintas tim

  • Menawarkan diri untuk melakukan presentasi

  • Menulis gagasan atau proposal

  • Memimpin diskusi kecil

  • Belajar keterampilan yang berhubungan dengan jenjang berikutnya

Jangan hanya menjadi orang yang pandai mengerjakan pekerjaan hari ini. Bangun juga kemampuan untuk pekerjaan yang ingin dijalani beberapa tahun lagi.

Karena produktivitas tidak hanya soal disiplin. Arah juga penting.

25. Jadilah Orang yang Suka Membantu, tetapi Punya Batas

Menolong orang lain bisa membuka banyak pintu.

Bukan hanya pintu pekerjaan, tetapi juga pintu pertemanan, kepercayaan, dan perasaan bahwa keberadaan kita berguna.

Namun ada perbedaan antara murah hati dan selalu tersedia.

Orang yang dikenal suka membantu sering menerima permintaan seperti:

“Bisa bantu sebentar?”

“Cuma revisi sedikit, kok.”

“Kan kamu lebih ngerti.”

Kalimat “sebentar” kadang punya kemampuan ajaib untuk berubah menjadi tiga jam.

Dalam Give and Take, Adam Grant membahas tipe giver, matcher, dan taker. Ia juga menunjukkan bahwa sebagian giver berkembang sangat baik, sementara sebagian lainnya kelelahan atau dimanfaatkan karena tidak mengelola cara memberi. (Adam Grant)

Cara menjadi dermawan tanpa burnout adalah memilih bentuk bantuan yang paling sesuai dengan kemampuan dan kapasitas.

Kita bisa berkata:

  • “Aku bisa bantu memeriksa, tetapi tidak bisa mengerjakan semuanya.”

  • “Aku punya waktu 20 menit.”

  • “Aku belum bisa hari ini, tetapi bisa besok.”

  • “Aku bisa kasih contoh supaya selanjutnya kamu bisa lanjut sendiri.”

Batas bukan tanda bahwa kita tidak peduli.

Batas membuat kemurahan hati bisa bertahan lebih lama.


banner layanan asisten virtual: Rizal IT Consulting


26. Kita Hampir Selalu Meremehkan Waktu yang Dibutuhkan

Di atas kertas, pekerjaan itu terlihat hanya memerlukan dua jam.

Namun perhitungannya lupa memasukkan waktu mencari file, menunggu jawaban, memperbaiki format, menghadapi internet yang tiba-tiba lemot, menerima telepon, dan menenangkan diri setelah membaca revisi yang berbunyi, “Sudah bagus, tinggal sedikit.”

Sedikitnya ternyata satu halaman penuh.

Kecenderungan meremehkan waktu, biaya, atau kesulitan suatu pekerjaan dikenal sebagai planning fallacy. Salah satu cara menguranginya adalah memakai outside view: melihat berapa lama pekerjaan serupa benar-benar memakan waktu sebelumnya, bukan hanya membayangkan skenario paling mulus. (arXiv)

Cara mengatasi planning fallacy dapat dimulai dengan tiga langkah:

Lihat Catatan Masa Lalu

Berapa lama pekerjaan sejenis benar-benar selesai terakhir kali?

Bukan perkiraannya. Bukan targetnya. Waktu nyatanya.

Pecah Menjadi Tahapan

Jangan menulis “buat laporan” sebagai satu tugas.

Pecah menjadi:

  1. Mengumpulkan data

  2. Memeriksa kelengkapan

  3. Menulis draf

  4. Membuat grafik

  5. Meminta persetujuan

  6. Melakukan revisi

  7. Mengirim versi akhir

Tambahkan Ruang untuk Hal Tak Terduga

Bukan karena pesimis, tetapi karena hidup punya hobi memasukkan kejutan ke dalam jadwal.

Jadwal yang realistis mungkin terlihat tidak seambisius jadwal yang penuh. Namun kemungkinan diselesaikannya jauh lebih besar.

27. Kemampuan Bertumbuh Lebih Penting daripada Label “Berbakat”

Dua orang bisa mengikuti kelas yang sama dan mendapat hasil berbeda.

Satu orang langsung memahami materi. Orang lain membutuhkan lebih banyak pengulangan. Yang pertama belum tentu lebih berpotensi. Bisa saja ia memiliki pengalaman awal yang lebih sesuai.

Masalah muncul ketika satu metode yang tidak berhasil langsung dianggap sebagai bukti bahwa kita tidak berbakat.

Tidak cocok belajar lewat video? Coba buku.

Tidak berkembang dengan latihan mandiri? Cari mentor.

Sulit memahami teori? Mulai dari praktik.

Tidak nyaman belajar dalam kelompok besar? Cari kelas kecil.

Kegagalan di satu metode tidak selalu berarti kemampuan tidak bisa berkembang. Bisa jadi, cara latihannya yang belum cocok.

Sebelum memberikan vonis kepada diri sendiri, ubah satu atau beberapa hal:

  • Kecepatan belajar

  • Tingkat kesulitan

  • Bentuk latihan

  • Lingkungan

  • Sumber materi

  • Cara mendapat umpan balik

  • Waktu latihan

Potensi bukan benda mati yang hanya menunggu ditemukan.

Sering kali, potensi baru terlihat setelah mendapat lingkungan dan latihan yang tepat.

28. Kegigihan Kadang Sebenarnya Adalah Kecocokan

Kita sering kagum kepada orang yang bisa bertahan bertahun-tahun dalam satu bidang.

Kelihatannya seperti disiplin luar biasa.

Namun kegigihan semacam itu kadang muncul bukan hanya karena seseorang memaksa diri, melainkan karena ada kecocokan antara kemampuan, minat, nilai hidup, dan lingkungan.

Ketika kecocokan itu ada, pekerjaan tetap melelahkan. Tetap ada hari ketika ingin menyerah. Namun tenaga untuk kembali biasanya lebih mudah ditemukan.

Cara menemukan pekerjaan yang cocok bukan dengan mencari pekerjaan yang selalu menyenangkan. Pekerjaan apa pun punya bagian membosankan.

Pertanyaan yang lebih berguna adalah:

  • Apakah pekerjaan ini memakai kemampuan yang kuat?

  • Apakah masalah yang diselesaikan terasa berarti?

  • Apakah lingkungan kerjanya mendukung?

  • Apakah cara bekerja sesuai dengan kebutuhan hidup?

  • Apakah kesulitan yang muncul masih terasa layak dihadapi?

Kadang-kadang, kita tidak kekurangan grit. Kita hanya terlalu lama memaksakan diri tumbuh di tanah yang salah.

Pembahasan mencari pekerjaan yang terasa paling cocok dapat membantu membedakan antara pekerjaan yang bermakna dan tuntutan untuk selalu merasa bahagia saat bekerja.

29. Dengarkan Apa yang Berulang Kali Orang Lain Katakan tentang Kekuatanmu

Kemampuan yang terasa alami sering sulit dikenali.

Seseorang yang pandai menjelaskan persoalan rumit mungkin menganggap semua orang bisa melakukan hal yang sama.

Orang yang tetap tenang ketika terjadi masalah mungkin tidak sadar bahwa ketenangan tersebut sangat berharga.

Seseorang yang mudah memahami perasaan orang lain mungkin menganggapnya sebagai hal biasa.

Perhatikan pujian yang muncul berulang kali dari orang berbeda.

Misalnya:

  • “Kamu enak kalau menjelaskan.”

  • “Kamu cepat melihat masalah.”

  • “Kalau ngobrol sama kamu, rasanya lebih tenang.”

  • “Kamu bisa menyusun hal yang berantakan.”

  • “Kamu selalu ingat detail kecil.”

  • “Kamu bisa menghubungkan ide yang kelihatannya nggak nyambung.”

Satu komentar mungkin hanya basa-basi.

Namun pola yang muncul dari beberapa orang bisa menjadi petunjuk.

Tentu saja, tidak semua pendapat harus diterima mentah-mentah. Namun jangan mengabaikan informasi hanya karena kemampuan itu terasa mudah bagimu.

Bisa jadi, sesuatu terasa mudah justru karena di situlah salah satu kekuatan terbesarmu berada.

30. Dengarkan Kritikus yang Tulus

Kritik yang baik tetap bisa terasa menyebalkan.

Apalagi ketika datang setelah kita bekerja keras. Rasanya ingin langsung menjelaskan konteks, membela keputusan, atau membuktikan bahwa orang tersebut tidak memahami situasinya.

Namun sebelum bereaksi, pisahkan cara penyampaian dari isi pesannya.

Kritik yang disampaikan kurang halus belum tentu sepenuhnya salah. Sebaliknya, kritik yang dibungkus manis juga belum tentu benar.

Cara menerima kritik dengan dewasa bisa dimulai dengan bertanya:

  • Apa klaim spesifik yang sedang disampaikan?

  • Bagian mana yang mungkin benar?

  • Bukti apa yang mendukung atau membantahnya?

  • Apakah kritik ini datang dari orang yang memahami konteks?

  • Perubahan apa yang benar-benar perlu dilakukan?

Tidak semua komentar pantas mendapat tempat di kepala.

Namun kritik dari orang yang jujur, kompeten, dan tidak punya niat menjatuhkan bisa menunjukkan titik buta yang tidak terlihat oleh orang-orang yang selalu setuju.

Saat emosi mulai memanas, prinsip menerima kritik tanpa buru-buru membalas sangat berguna.

Kadang respons paling cerdas adalah:

“Terima kasih. Aku pikirkan dulu.”

31. Penyesalan Bukan Musuh, Asal Tidak Dijadikan Tempat Tinggal

Ada dua cara yang sama-sama tidak sehat dalam menghadapi penyesalan.

Pertama, berpura-pura tidak pernah menyesal.

Kedua, terus-menerus hidup di dalamnya.

Penyesalan bisa menunjukkan sesuatu yang sebenarnya kita anggap penting. Penyesalan tentang pendidikan mungkin mengungkap kerinduan untuk belajar. Penyesalan tentang hubungan bisa menunjukkan nilai kejujuran atau keberanian. Penyesalan tentang kesehatan dapat menjadi peringatan untuk mengubah kebiasaan.

Daniel Pink, melalui The Power of Regret, menjelaskan bahwa penyesalan merupakan bagian umum dari kehidupan dan dapat dipakai untuk membuat keputusan yang lebih baik ketika dihadapi secara konstruktif. (Daniel Pink)

Cara mengubah penyesalan menjadi pelajaran bukan dengan menyiksa diri memakai pertanyaan, “Kenapa dulu gue begitu?”

Ubah pertanyaannya menjadi:

  • Apa yang bisa dipelajari?

  • Nilai apa yang ternyata penting?

  • Apa yang dapat dilakukan berbeda mulai sekarang?

  • Apakah ada sesuatu yang masih bisa diperbaiki?

  • Apakah sudah waktunya memaafkan diri sendiri?

Kita tidak bisa kembali dan mengubah versi lama dari diri kita.

Namun kita bisa memastikan bahwa pengalaman itu tidak berlalu tanpa mengajarkan apa-apa.

Pembahasan berdamai dengan penyesalan masa lalu dapat menjadi langkah lanjutan ketika ingatan lama terus mengetuk.


banner rumah edho horizontal kecil


32. Tulis Email Marahnya, tetapi Jangan Langsung Dikirim

Kemarahan sering datang membawa keyakinan bahwa sesuatu harus diselesaikan sekarang juga.

Jari terasa lebih cepat mengetik. Kalimat menjadi tajam. Tombol kirim terlihat seperti jalan menuju keadilan.

Tulis pesannya.

Keluarkan semua yang ingin disampaikan.

Lalu simpan sebagai draf.

Baca lagi setelah beberapa jam atau keesokan harinya.

Biasanya akan terlihat bagian mana yang memang penting dan bagian mana yang hanya ingin melukai balik.

Versi kedua cenderung:

  • Lebih pendek

  • Lebih jelas

  • Lebih fokus pada masalah

  • Tidak terlalu banyak menebak niat orang lain

  • Lebih mudah menghasilkan solusi

Kadang pesan itu tetap perlu dikirim.

Kadang cukup direvisi.

Kadang setelah tidur, ternyata pesan tersebut sama sekali tidak perlu meninggalkan folder draf.

Tidak semua emosi harus langsung berubah menjadi komunikasi.

33. Jadwalkan Pemulihan Seperti Menjadwalkan Pekerjaan

Pekerjaan diberi jadwal.

Rapat diberi jadwal.

Olahraga, kelas, dan deadline juga punya jadwal.

Istirahat sering mendapat sisa.

Masalahnya, pekerjaan punya kemampuan luar biasa untuk memenuhi seluruh ruang yang tersedia. Kalau istirahat hanya dilakukan setelah semuanya selesai, kita mungkin tidak pernah benar-benar beristirahat.

Pemulihan tidak harus berupa liburan mahal.

Bentuknya bisa sederhana:

  • Tidur cukup

  • Berjalan tanpa membawa pekerjaan

  • Membaca

  • Beribadah dengan lebih tenang

  • Mengobrol dengan keluarga

  • Duduk tanpa layar

  • Melakukan hobi

  • Tidak menerima permintaan tambahan pada waktu tertentu

Jadwal yang hanya berisi kewajiban mungkin terlihat produktif selama beberapa minggu. Dalam jangka panjang, kualitas kerja mulai turun, emosi lebih rapuh, dan hal kecil terasa lebih berat.

Kita bukan ponsel yang baru perlu diisi ketika baterainya tinggal satu persen.

Pelajari kebiasaan sederhana untuk memulihkan energi sebelum tubuh terpaksa mengambil jedanya sendiri.

34. Miliki Kesenangan yang Tidak Selalu Mahal

Hidup menjadi rapuh ketika setiap bentuk hiburan membutuhkan banyak uang.

Setiap stres harus dibalas belanja. Setiap akhir pekan harus pergi jauh. Setiap perayaan harus melibatkan pengeluaran besar.

Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja. Namun menyenangkan juga punya kegiatan yang tetap bisa dinikmati ketika kondisi keuangan sedang ketat.

Misalnya:

  • Membaca buku

  • Berjalan keliling kompleks

  • Memasak

  • Berkebun

  • Menulis

  • Menggambar

  • Bermain badminton

  • Mengunjungi perpustakaan

  • Mengobrol dengan teman

  • Belajar dari sumber gratis

  • Memotret menggunakan ponsel

  • Menonton matahari terbenam

Kesenangan yang murah bukan berarti murahan.

Justru, ia memberi kebebasan. Kita tidak harus selalu membeli sesuatu untuk merasa bahwa hidup sedang berlangsung.

Kadang sore yang menyenangkan hanya membutuhkan teh hangat, udara yang cukup baik, dan percakapan yang tidak terburu-buru.

35. Catat Kemenangan-Kemenangan Kecil

Proyek besar punya satu masalah: hasil akhirnya lama terlihat.

Menulis buku, membangun bisnis, menyelesaikan kuliah, memulihkan kesehatan, atau mempelajari keterampilan baru bisa membutuhkan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Kalau satu-satunya ukuran keberhasilan adalah garis akhir, hampir setiap hari akan terasa seperti belum mencapai apa-apa.

Penelitian Teresa Amabile dan Steven Kramer tentang progress principle menunjukkan bahwa kemajuan yang bermakna, termasuk kemajuan kecil, dapat memperkuat motivasi dan pengalaman positif dalam bekerja. (Teresa Amabile)

Catat apa yang bergerak maju hari ini:

  • Menulis satu halaman

  • Menyelesaikan satu telepon sulit

  • Memahami satu konsep

  • Mengirim satu proposal

  • Berolahraga selama 20 menit

  • Menolak satu permintaan yang melewati batas

  • Menghemat pengeluaran yang tidak perlu

  • Memulai percakapan yang selama ini dihindari

Mencatat kemenangan kecil bukan usaha menghibur diri dengan pencapaian palsu.

Itu adalah cara melihat bukti bahwa proses masih berjalan.

Ketika motivasi mulai turun, pembahasan menghargai kemajuan kecil setiap hari dapat mengingatkan bahwa bergerak pelan tetap berarti bergerak.

36. Coba Teknologi Baru Sebelum Terpaksa Menggunakannya

Banyak teknologi baru awalnya terlihat seperti mainan.

Kemudian beberapa tahun berlalu, dan tiba-tiba teknologi itu menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Bukan berarti semua tren harus diikuti.

Tidak semua aplikasi perlu dipasang. Tidak semua alat AI harus dipercaya. Tidak semua inovasi akan bertahan.

Namun rasa ingin tahu memberi keuntungan.

Cobalah teknologi baru pada pekerjaan berisiko rendah:

  • Gunakan pada data contoh, bukan data rahasia

  • Bandingkan hasilnya dengan cara lama

  • Periksa akurasi

  • Pelajari batasannya

  • Perhatikan dampak terhadap privasi

  • Tentukan apakah benar menghemat waktu

  • Jangan menyerahkan keputusan penting sepenuhnya kepada alat

Tujuannya bukan menjadi orang pertama yang memakai semua teknologi.

Tujuannya adalah tidak menjadi orang terakhir yang baru belajar ketika perubahan sudah tidak bisa dihindari.

Sikap yang sehat berada di tengah: tidak menolak semuanya, tetapi juga tidak langsung percaya kepada semua klaim.

37. Sopan dan Tepat Waktu Masih Sangat Berharga

Ada kualitas yang terdengar terlalu sederhana untuk dimasukkan ke dalam seminar pengembangan diri:

Datang tepat waktu.

Membalas pesan dengan jelas.

Mengucapkan terima kasih.

Memberi kabar kalau terlambat.

Menepati janji.

Namun justru karena sederhana, banyak orang mengabaikannya.

Ketepatan waktu bukan sekadar soal jam. Ia memberi tahu orang lain bahwa waktu mereka dianggap penting.

Kesopanan bukan berarti selalu setuju atau tidak berani tegas. Kesopanan adalah kemampuan menyampaikan sesuatu tanpa sengaja merendahkan.

Di dunia kerja, bakat mungkin membuat seseorang mendapat kesempatan pertama. Kebiasaan kecil menentukan apakah orang lain ingin bekerja dengannya untuk kedua kalinya.

Tidak perlu menjadi orang paling pintar di setiap ruangan.

Menjadi orang yang dapat dipercaya sudah merupakan keunggulan besar.

38. Berolahragalah untuk Tubuh yang Akan Kamu Pakai Bertahun-Tahun Lagi

Pada usia 20-an, tubuh sering terasa seperti mampu memaafkan hampir semuanya.

Kurang tidur, terlalu lama duduk, jarang bergerak, makan sembarangan—besok pagi masih bisa bangun dan beraktivitas.

Namun kebiasaan punya sifat seperti cicilan. Dampaknya mungkin kecil di awal, lalu terasa setelah menumpuk.

Olahraga bukan hanya soal terlihat lebih menarik di depan cermin.

Olahraga adalah persiapan agar pada masa mendatang kita masih bisa:

  • Membawa barang sendiri

  • Naik tangga

  • Bermain dengan anak

  • Bepergian

  • Bangun dari lantai tanpa kesulitan

  • Menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mandiri

Mulailah dari latihan yang bisa dipertahankan.

Jalan kaki, latihan kekuatan dasar, berenang, bersepeda, senam, atau olahraga permainan semuanya lebih baik daripada program sempurna yang hanya dijalankan tiga hari.

Bila memiliki masalah kesehatan tertentu, sesuaikan latihan dengan arahan tenaga kesehatan.

Yang sedang dibangun bukan sekadar bentuk tubuh untuk bulan depan, melainkan kapasitas untuk beberapa dekade berikutnya.

Baca juga hubungan olahraga dan kesehatan mental untuk memahami bahwa tubuh dan pikiran tidak berjalan di dua dunia terpisah.



39. Jangan “Terbawa Arus” dalam Keputusan Besar

Banyak hubungan menjadi semakin serius bukan karena keputusan yang jelas, melainkan karena keadaan.

Kontrak kos berakhir, lalu tinggal bersama.

Sudah lama pacaran, lalu merasa harus menikah.

Keuangan mulai digabung karena praktis.

Rencana keluarga tidak pernah dibicarakan, tetapi diasumsikan akan beres sendiri.

Dalam kajian hubungan, ada perbedaan antara sliding dan deciding.

Sliding berarti masuk ke tahap komitmen berikutnya karena situasi mendorong ke sana. Deciding berarti membicarakan dan memilihnya dengan sadar.

Sebelum membuat komitmen besar, bicarakan hal-hal yang sering dianggap tidak romantis tetapi sangat penting:

  • Nilai hidup

  • Keuangan

  • Pekerjaan

  • Tempat tinggal

  • Anak

  • Hubungan dengan keluarga besar

  • Pembagian tanggung jawab

  • Cara menyelesaikan konflik

  • Harapan terhadap masa depan

Percakapan semacam ini mungkin tidak seindah makan malam dengan lilin.

Namun kejelasan sering jauh lebih romantis daripada asumsi.

Cinta memang penting. Keputusan yang sadar membantu cinta berdiri di atas dasar yang lebih kuat.

40. Bangun Sedikit Hubungan, tetapi Rawat Lebih Dalam

Kita hidup pada masa ketika seseorang bisa memiliki ribuan koneksi, pengikut, dan kontak.

Namun ketika hidup terasa benar-benar berat, jumlah orang yang bisa dihubungi pukul dua pagi mungkin hanya satu atau dua.

Dan itu tidak apa-apa.

Harvard Study of Adult Development, yang mengikuti kehidupan para peserta lintas generasi, berulang kali menyoroti besarnya peran hubungan dekat terhadap kesejahteraan manusia. (harvardstudy)

Pentingnya hubungan dekat untuk kebahagiaan tidak berarti harus punya lingkaran pertemanan besar.

Yang lebih penting adalah kualitasnya.

Hubungan dalam dibangun melalui hal-hal yang kelihatannya biasa:

  • Menelepon tanpa menunggu ada kebutuhan

  • Mengingat hal kecil yang penting bagi orang lain

  • Mendengarkan tanpa sambil melihat layar

  • Hadir saat keadaan sedang sulit

  • Berani mengatakan hal jujur dengan penuh hormat

  • Meminta maaf

  • Memberi waktu

  • Menanyakan kabar lagi setelah beberapa hari

Kenalan luas bisa membawa informasi dan peluang.

Orang terdekat memberi rasa pulang.

Saat hidup sedang sibuk, hubungan sering menjadi hal pertama yang ditunda. Padahal, mungkin justru hubungan itulah yang kelak membuat seluruh kesibukan terasa layak.

Pembahasan hubungan dekat yang membuat hidup bermakna memberi alasan kuat untuk berhenti menganggap perhatian kepada orang-orang terdekat sebagai kegiatan sampingan.

Dari 40 Pelajaran Ini, Harus Mulai dari Mana?

Setelah membaca dua artikel dan 40 pelajaran hidup di usia 20-an, godaan berikutnya adalah membuat daftar perubahan yang sangat panjang.

Mulai bangun pagi.

Mulai olahraga.

Kurangi media sosial.

Belajar keterampilan baru.

Menghubungi teman lama.

Memperbaiki cara bekerja.

Mengatur tidur.

Membuat side project.

Mencatat kemenangan kecil.

Lalu tiga hari kemudian, kita kelelahan karena mencoba menjadi manusia baru dalam satu akhir pekan.

Tidak perlu begitu.

Pilih satu kebiasaan yang paling relevan dengan masalah saat ini.

Kalau selalu kelelahan, mulai dengan mencatat kegiatan yang memberi dan menguras energi.

Kalau jadwal berantakan, periksa planning fallacy.

Kalau pekerjaan terasa buntu, cari ruang untuk menunjukkan kemampuan lain.

Kalau hubungan mulai terasa jauh, kirim satu pesan yang tulus.

Kalau penyesalan terus muncul, tanyakan pelajaran apa yang belum diambil darinya.

Lakukan satu perubahan kecil selama dua minggu.

Bukan sampai sempurna. Sampai cukup konsisten untuk dinilai apakah perubahan itu benar-benar membantu.

Hidup jarang berubah melalui satu momen dramatis dengan musik latar yang menggelegar.

Lebih sering, hidup berubah lewat keputusan kecil yang nyaris tidak terlihat—tetapi tetap dilakukan bahkan ketika tidak ada yang memberikan tepuk tangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa pelajaran hidup terpenting di usia 20-an?

Beberapa pelajaran terpenting adalah menjaga kesehatan, melindungi waktu dan perhatian, membangun keterampilan, merawat hubungan, belajar menerima kritik, dan tidak menilai hidup berdasarkan jadwal orang lain.

Bagaimana cara mengetahui pekerjaan yang cocok?

Perhatikan jenis tugas yang memberi energi, kemampuan yang sering diapresiasi orang lain, nilai hidup yang penting, serta lingkungan kerja tempat kamu berkembang. Pekerjaan yang cocok bukan pekerjaan tanpa kesulitan, melainkan pekerjaan dengan tantangan yang masih terasa layak dihadapi.

Bagaimana cara berhenti merasa bersalah saat beristirahat?

Lihat istirahat sebagai bagian dari kinerja, bukan lawan dari kinerja. Pemulihan membantu menjaga konsentrasi, emosi, kesehatan, dan kualitas keputusan dalam jangka panjang.

Apakah penyesalan selalu buruk?

Tidak. Penyesalan menjadi merusak ketika hanya dipakai untuk menghukum diri. Ketika diperiksa secara jujur, penyesalan dapat menunjukkan nilai yang penting dan membantu menghasilkan keputusan yang lebih baik.

Mengapa hubungan dekat penting dalam kehidupan?

Hubungan dekat memberikan dukungan emosional, rasa memiliki, kejujuran, dan bantuan ketika menghadapi masa sulit. Prestasi dapat memberi kepuasan, tetapi hubungan menentukan dengan siapa pengalaman itu dibagikan.

Apakah semua teknologi baru perlu dipelajari?

Tidak. Namun mencoba teknologi yang relevan pada tugas berisiko rendah membantu memahami manfaat, keterbatasan, privasi, dan dampaknya sebelum teknologi tersebut menjadi bagian wajib dari pekerjaan.

Penutup

Pada akhirnya, usia 20-an bukan ruang ujian tempat semua jawaban harus ditemukan sebelum waktu habis.

Usia ini lebih mirip ruang percobaan.

Ada pilihan yang berhasil. Ada keputusan yang ternyata salah. Ada hubungan yang bertahan. Ada pula yang mengajarkan sesuatu lalu selesai.

Kita tidak perlu keluar dari usia 20-an sebagai manusia yang sudah memahami semuanya.

Cukup keluar dengan lebih mengenal diri sendiri, lebih mampu merawat tubuh dan pikiran, lebih berani membuat keputusan sadar, serta lebih menghargai orang-orang yang berjalan bersama.

Karena hidup yang baik bukan hidup tanpa kesalahan.

Hidup yang baik adalah hidup yang masih mau belajar setelah melakukan kesalahan—dan masih punya orang-orang yang bisa diajak tertawa ketika mengingat betapa seriusnya kita menghadapi hal-hal yang ternyata berhasil dilewati.

Sumber inspirasi: 40 Harsh Truths I Wish I Knew in My 20s, disampaikan oleh David Epstein.


Tebejowo.com didukung oleh pembaca. Kami mungkin memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Untuk pertanyaan bisnis dan pemasangan artikel promosi bisa menghubungi: 0813-8229-7207 |

 

✓ Link berhasil disalin!